Pages

Blogger Themes

Selasa, 04 Juni 2013

PROPOSAL KE GUBERNUR

BALE KREATIF PEMUDA
DESA DENGGEN TIMUR KECAMATAN SELONG LOMBOK TIMUR NTB
Alamat : Jalan Gunung Timba-Desa Denggen Timur Kec. Selong Kode Pos 83612 Lombok Timur


Nomor                        : 03/BKP-DDT/IV/2013
Lampiran       : 2 Lamp (proposal)
Perihal            : Mohon Bantuan Dana
            Kepada :
            Yth. Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat
                        Di –
                                    Tempat
Bismillahiwabihamdihi
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita sehat Wal Afiat sehingga kita dapat menunaikan  kewajiban dan tanggung jawab sebagai hambanya, shalawat dan salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW. Teriring Do’a semoga Bapak Gubernur selalu dalam keadaan sehat, serta sukses dalam memimpin daerah Nusa Tenggara Barat menuju daerah yang beriman dan berdaya saing (Bersaing).
Sehubungan dengan adanya program kerja Bale Kreatif Pemuda (BKP) di  Desa Denggen Timur untuk ikut serta dalam mengembangkan kreatifitas pemuda desa. Dan sebagai bukti dukungan terhadap program pemerintah khususnya dalam bidang pemberdayaan pemuda desa. Kami bermaksud untuk mengadakan Perpustakaan dan Usaha Kandang Kolektif. Program ini membutuhkan sarana serta dukungan moril dan materil dari pemerintah dan semua lapisan masyarakat, maka dengan ini kami mohon dukungan dan bantuan kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat demi kelancaran dan kesuksesan program yang dicanangkan Bale Kreatif Pemuda tersebut.
Demikian surat permohonan bantuan ini kami sampaikan dengan harapan semoga bapak Gubernur dapat mengabulkanya. Dan atas perhatian dan bantuan bapak Gubernur kami haturkan terimakasih .
Wallohul muafiqu wal hadi ila sabilirrosyad
Assalamu’alaikum wr.wb.
Denggen Timur, 14 April 2012
Pengurus Bale Kreatif Pemuda

Ketua,



(AHMAD MASHAR, S.Pd)
Sekretaris,



(ALFAN MURSIDIN, S.Pd)

Mengetahui

Kepala Desa Denggen Timur




(H. N U R L A T I F)




PROPOSAL

A.      PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah SWT. Dengan rahmat-Nya, sempurnalah yang baik. Dengan karunia-Nya, turunlah segala kebaikan. Dan dengan taufik-Nya, tercapailah segala tujuan. Bagi Allah juga segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh apa saja yang dikehendaki-Nya.
Shalawat dan Salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW. Sebagai pendidik dan pembawa petunjuk, sebagai hujjah atas semua manusia untuk menyempurnakan akhlak mulia, mengeluarkan dunia dari kegelapan menuju cahaya dan menuntun kita ke jalan Allah yang lurus. Semoga Shalawat dan Salam juga terlimpahkan kepada keluarga Nabi SAW, para sahabatnya dan orang yang mengikutinya dengan baik sampai hari pembalasan.
Pendidikan yang tepat dan berhasilguna adalah pendidikan yang melibatkan anak didik, pemuda dan masyarakat dalam proses berpikir, mencari, menemukan, mengolah dan penyimpulan sendiri melalui sumber belajar. Mendidik pada hakikatnya adalah kegiatan menumbuhkan motivasi dan penyediaan sumber-sumber belajar. Salah satu sumber belajar yang telah mendapatkan pengakuan sebagai wahana yang tepat dan hasilguna adalah Perpustakaan. Perpustakaan  menyediakan bahan pustaka yang sangat berguna bagi pelaksanaan dan peningkatan proses belajar untuk mengembangkan nilai-nilai baik dan sifat demokratis, ekonomis, kritis, kooperatif, kreatif, inovatif dan disiplin pribadi, dan sikap yang dipandang terpuji dalam pergaulan masyarakat.
Pendidikan akan bernilai guna ketika apa yang telah dipelajari dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pengembangan yang dilakukan dapat dirasakan mamfaatnya baik itu secara moril dan materil. Untuk mewujudkan itu, dalam hal ini kami berencana mengembangkan usaha kandang kolektif sebagai roda penghasilan para pemuda. Dan nanti mamfaatnya dapat juga dirasakan oleh semua unsur masyarakat. Keberadaan usaha kandang kolektif Ini akan sangat memberi pengaruh terhadap peningkatan kualitas ekonomi masyarakat desa dan membantu program pemerintah Provinsi untuk mengurangi kemiskinan di daerah Nusa Tenggara Barat. Dari usaha kandang kolektif ini kami selaku pemuda berharap dapat ikutserta berperan aktif membantu pemerintah Provinsi untuk program pemerintah kedepannya.
Dan dalam rangka ikut serta meningkatkan minat baca dan kualitas pengetahuan masyarakat di Desa Denggen Timur Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, baik fisik maupun mental, maka kami bermaksud menambah koleksi buku di Perpustakaan Bale Kreatif Pemuda dan usaha Kandang Kolektif yang kami kembangkan secara mandiri. Karena keterbatasan kami dalam menanggung beban dana pengembangan perpustakaan dan usaha Kandang Kolektif, maka bersama ini dengan hormat mengajukan permohonan bantuan kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat.
B.      LATAR BELAKANG
Pemuda adalah penggerak perubahan dan terkadang menjadi penentu suatu keputusan. Pemikirannya yang cemerlang dan semangat yang energik menjadi pembeda dari generasi yang lain. Modal ini mempersiapkan pemuda untuk selalu melangkah maju. Kehadiran pemuda menjadi pusat perhatian dari semua kalangan. Mulai dari tingkat nasional bahkan sampai unsur tekecilnya yaitu masyarakat. Dari pemuda kota hingga pemuda desa. Tetapi tidak ada bedanya semuanya menyatu atas nama pemuda.
Keberadaan pemuda di tengah masyarakat sangat membantu kegiatan kemasyarakatan. Dengan demikian, pemuda menempatkan dirinya menjadi elemen penting ditengah pergaulan dan proses interaksi sosial sehingga perannya dapat memberi solusi atas masalah yang dihadapi masyarakatnya. Sigap, cepat menemukan dan mengolah informasi untuk membenahi kondisi masyarakat.  Berani mendobrak hal yang tidak mungkin akan dilakukan oleh masyarakat. Memberi pandangan untuk mengubah tradisi lama menjadi sesuatu yang sesuai dengan zaman yang lebih memberikan banyak maamfaat. Ini sangat lumrah terjadi karena semangat pemuda itu seperti bongkahan karang yang kokoh walau ombak terus menerpa tiap waktu.
Dari proses perkembangannya itu pemuda mampu bergerak untuk memberikan ruang atau solusi terhadap sesama pemuda. Semangat ini yang kemudian menggerakan pemuda yang bernaung di Bale Kreati Pemuda (BKP) untuk memperdayakan pemuda – pemuda desa. Pemuda desa perlu diberdayakan untuk mempersiapkan generasi yang inovatif dan mandiri. Karena kita pahami pada generasi mudalah tanggung jawab akan dibebani pada masa-masa yang akan datang. Oleh sebab itu mulai saat ini para generasi  muda harus dipersiapkan dengan berbagai terobosan untuk mengkader meraka menyikapi hidup yang lebih mandiri. Maka menurut hemat kami salah media untuk pengkaderan itu melalui peningkatan pengetahuan yang dapat diperoleh dari Perpustakaan Desa yang coba kita kembangkan dan media yang lain adalah pembukaan ruang kerja yang sesuai dengan bidang pemuda itu, sebab jika pemuda sudah terbiasa menghasilkan kebutuhan sendiri maka kesiapan mereka untuk mengatasi hidup lebih mandiri. Dan dari pandangan ini kami berencana mengadakan usaha kandang kolektif berupa ayam petelur.
Desa Denggen Timur merupakan salah Desa yang baru mekar melalui program pemerintah Kabupaten Lombok Timur.  Sebagai desa baru maka sarana dan fasilitas masih sangat kurang. Ini berdampak pada andil pemuda Desa membantu pemerintah provinsi akan sangat kurang sedangkan potensi pemuda cukup baik. Kekurangan-kekurangan tersebut juga akan berdampak pada masyarakat desa khususnya di Desa Denggen Timur. Oleh sebab itu, kami berharap dari Bapak Gubenur untuk memberi bantuan sesuai dengan program yang kami laksanakan di Bale Kreatif Pemuda (BKP).
C.      DASAR PEMIKIRAN
1.      Mensukseskan program Gerakan Angka Buta Aksara Nol (ABSANO) Pemprov NTB.
2.       Desa Denggen Timur merupakan desa yang baru mekar sehingga sarana penunjang seperti Perpustakaan perlu dikembangkan dan usaha Kandang Kolektif sangat perlu untuk diadakan.
3.      Program kerja Pengurus Bale Kreatif Pemuda Denggen Timur.
4.      Perpustakaan adalah ruang interaksi ilmiah untuk pemberdayaan pemuda dan masyarakat desa guna mewujudkan masyarakat madani yang berakhlak mulia, berbudaya, menghormati pluralisme dan kesetaran gender.
5.      Perpustakaan sebagai wahana penyerapan informasi dan pengkaderan generasi yang tangguh pada masa yang akan datang.
6.      Kandang kolektif merupakan pengembangan usaha untuk mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja mandiri.
7.      Kandang kolektif dapat meningkatkan kualitas ekonomi pemuda desa dan masyarakat secaara umum.
8.      Usaha kandang kolektif bagian dari keikutsertaan pemuda desa dalam mensukseskan program pemprov mengurangi kemiskinan.
9.      Perpustakaan sebagai sumber informasi dan Kandang Kolektif sebagai implementasi dari informasi yang diperoleh pada perpustakaan yang ada di desa.
D.     BENTUK KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
Program yang dilaksanakan oleh pemuda Bale Kreatif terdiri dari 2 program di antaranya :
1.      Perpustakaan (Penambahan Koleksi Buku dan sarana penunjang)
2.      Kandang Kolektif
E.      PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
Dalam menjalankan program kerja Bale Kreatif Pemuda (BKP) banyak sekali kendala yang dihadapi. Hal ini membuat program yang telah tersusun menjadi terhambat terutama pada masalah-masalah yang sangat vital. Adapun masalah- masalah yang dihadapi antara lain :
1.      Perpustakaan
a.       Kekurangan buku-buku koleksi yang menjadi sumber informasi
Antara lain :
b.      Sarana penunjang yang belum lengkap
2.      Kandang Kolektif
Secara umum kendala yang dihadapi dalam pengadaan usaha kandang kolektif yaitu Ketersediaan modal usaha yang belum ada.
F.      TUJUAN DAN SASARAN
a.       Tujuan
·         Perpustakaan
Adapun yang menjadi tujuan dari program kepemudaan ini adalah
1.      Menjadi salah satu perangkat kelengkapan pendidikan bersama dengan kelengkapan-kelengkapan lainnya, guna meningkatkan kecerdasan, keterampilan, daya nalar, kualitas kerja dan semangat untuk merubah pemikiran menjadi lebih kreatif, tangguh dan inovatif serta bertanggung jawab pada diri sendiri dan masyarakat luas.
2.      Membantu pemerintah dalam mengentaskan Buta Aksara Menuju Nol (ABSANO).
3.      Meningkatkan minat dan kebiasaan membaca.
4.      Meletakkan dasar-dasar ke arah pengembangan mandiri
5.      Mengembangkan kemampuan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
6.      Sebagai ruang pembelajaran untuk mengembangkan usaha-usaha mandiri dan usaha kelompok.
7.      Meningkatkan pemberdayaan pemuda dan masyarakat.
·         Kandang Kolektif
1.      Membuka lapangan kerja mandiri
2.      Pemberdayaan pemuda desa
3.      Meningkatkan kualitas ekonomi pemuda dan masyarakat desa.
4.      Membangun semangat kebersamaan.
5.      Meningkatkan kualitas hidup.
6.      Media pengkaderan pemuda.
b.      Sasaran
Adapun yang menjadi sasaran kedua program ini adalah anak-anak, pelajar, pemuda dan seluruh elemen masyarakat lainnya dan khususnya yang berada di Desa Denggen Timur.
G.      LOKASI
Kedua agenda program akan dilaksanakna di Dusun Gunung Timba Desa Denggen Timur Kecamatan Selong Lombok Timur yang merupakan desa yang baru mekar dari desa induknya di Denggen.
H.     SUSUNAN KEPENGURUSAN
Adapaun susunan kepengurusan Bale Kreatif Pemuda terlampir.
I.        RENCANA ANGGARAN
Terlampir
J.        PENUTUP
Demikian proposal permohonan bantuan ini kami buat. Besar harapan kami sekiranya bapak Gubernur NTB dapat memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan dukungannya terhadap program yang kami rencankan. Atas perkenan bapak Gubernur kami samapaikan terima kasih.

Denggen Timur, 14 September 2012

Pengurus Bale Kreatif Pemuda

Ketua,



(AHMAD MASHAR, S.Pd)
Sekretaris,



(ALFAN MURSIDIN, S.Pd)

Mengetahui,
Kepala Desa Denggen Timur



(H. N U R L A T I F)



 Lampiran 1
SUSUNAN KEPENGURUSAN
BALE KREATIF PEMUDA (BKP)

Pelindung       :
1.      Camat Selong Kabupaten Lombok  Timur
2.      Kepala Desa Denggen Timur
Penasehat      :
1.      KADUS se-Desa Denggen Timur
2.      MUHAMMAD TUHIR, M.Pd
3.      BURHANUDIN, S.Pd
Ketua              : AHMAD MASHAR, S.Pd
Sekretaris       : ALFAN MURSIDIN, S.Pd
Bendahara     : ABDURROSYID
DIVISI
1.      PENDIDIKAN dan AGAMA
Koord    : Fathul  Aziz Syatori, Q.H
Anggota : 1. Ahmad Yusri, Q.H
 2. Siti Nurlaila Jum’ati S.Pd
 3. Faisal Ali
6.  ADMINISTRASI dan INVENTARISASI
Koord : Mahusin, S.Pd
Anggota: 1. Azwan Nizal Fikri
 2. Wardatul Uyun
  3. Jumratul  Aini
2.      PENGKADERAN
Koord : Sehabudin, S.Pd
Anggota: 1. M. Zainuddin, S.Pd
2. Saiful Anwar, S.Pd
7. SENI, SOSIAL dan BUDAYA
Koord : Yuyun Asriati
Anggota: 1. Siti Nurhamidiyah
 2. Misrahudin, S.Pd.I
 3. Jaswari Satria Jaya
3.       EKONOMI & WIRAUSAHA
Koord : M. Azwar Muzakki, A.Md
Anggota: 1. Ahmad Jailani, S.E
 2.  Irmawan
3.  Novi Sopia
8.  PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Koord : Erni Mariani, S.Pd
Anggota: 1. Nirmala hidayati
 2.  Supianti
  3. Juhrol Aini
4.      Humas, Komunikasi dan Informasi
Koord : Ahmad Yani
Anggota: 1.  Nasrullah, S.H
 2.  Taufikurrahman
 3. Suriadi
9. KESEHATAN dan OLAHRAGA
Koord : Habibi Kusuma Atmaja, S.Pd
Anggota: 1. Zainal Arifin
 2. Jumratul Adawiyah
 3. Suhaimi
5.      SAINS dan TEKNOLOGI
Koord : Amirul Hilmi, S.Si
Anggota: 1. Ahmad Humaidi, S.T
2. Suhardi



Lampiran 2
I.                    RENCANA ANGGARAN BIAYA
 NO
Nama BArang
Jumlah (Unit)
Harga satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
A
Perpustakaan
1
Buku Bacaan
750
25.000
 18.750.000
2
Rak buku
2
        750.000
   1.500.000
3
Meja Baca
2
250.000
      500.000
4
Kursi
10
30.000
      300.000
5
Komputer
1
4.000.000
   4.000.000

 Jumlah A (1 +2+3+4+5)
 25.050.000
B
Kandang Kolektif
1
Indukan Ayam (arab)
500
50.000
25.000.000
2
Biaya Kandang (lengkap)
1
           _
30.325.000
3
Sewa Lahan
5 are

  5.000.000
4
Biaya Pakan



Konsntrat
250 kg
6.500
 1.625.000
Jagung
500 kg
3.500
 1.750.000
Dedak
750 kg
2.000
 1.500.000
Mineeral
20 sst
5.000
    100.000

Jumlah B (1 +2+3+4)
65.300.000
         J   U   M   L   A   H            (  A   +   B  )
90.350.000

II.                  SUMBER DANA
NO
SUMBER DANA
JUMLAH
1
Sudaya Anggota
                    15.225.000
2
Pemerintah Desa
                      2.825.000
3
Pemerintah Kecamatan
                      3.625.000
4
Pemerintah Daerah
                    63.425.000
5
Lainnya
                      5.250.000
        J   U   M   L   A   H
         90.350.000

Pengurus Bale Kreatif Pemuda

Ketua,



(AHMAD MASHAR, S.Pd)
Sekretaris,



(ALFAN MURSIDIN, S.Pd)

OUTLINE SKRIPSI

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Hal ini termaktub dalam undang-undang Sisdiknas No.20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pada pasal 4 ayat (2) ditetapkan bahwa “pendidikan diselenggarakan sebagai suatu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna” dan dalam ayat (3) ditetapkan bahwa “pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat”. Pendidikan mempunyai peranan penting, dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik
Menurut Trianto (2010:1) “pendidikan yang mampu menjawab tujuan nasional adalah pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang,  pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problem kehidupan yang dihadapinya dan pendidikan yang mampu menyentuh potensi nurani maupun kompetensi peserta didik”. Jelas bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan siswanya untuk suatu profesi atau jabatan, tetapi hendaknya siswanya dipersiapkan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Terkait dengan hal tersebut kegiatan proses belajar mengajar dikelas seharusnya menerapkan suatu strategi belajar yang kreatif dan inovatif sehingga dapat membantu siswa untuk memahami materi ajar dan aplikasi serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang sekarang sudah diujikan pada tingkat SMP dan SMA. Kebanyakan siswa menganggap fisika adalah mata pelajaran yang tergolong sulit dibandingkan mata pelajaran lainnya, Keberhasilan proses pembelajaran pada pelajaran fisika dapat diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti pembelajaran. Keberhasilan itu dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan materi serta hasil belajar siswa. Semakin tinggi pemahaman dan penguasaan materi serta hasil belajar maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran. Dari beberapa model pembelajaran yang ada, salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk mengaktifkan siswa adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/belajar kelompok yang terstruktur yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.
Terdapat beberapa variasi dari model pembelajaran kooperatif. Setidaknya terdapat 4 pendekatan yang seharusnya merupakan bagian dari kumpulan strategi guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif, ini sesuai yang dikemukakan didalam buku Trianto yaitu Student Team Achievement Division (STAD), JIGSAW, Investigasi Kelompok, Teams Games Tournaments (TGT), dan Pendekatan Struktural yang meliputi Think Pair Share (TPS), dan Numbered Head Together (NHT) (Trianto, 2010:67).
Think-Pair-Share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagi adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa.
Dan menurut Herdian (2009) Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan  akademik.
Berdasarkan uraian umum diatas maka perlu kiranya dilakukan penelitian yang kita coba tinjau dari berbagai aspek dan untuk penelitian ini ditinjau dari aspek emosional siswa dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Thinking Pair Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa Ditinjau Dari Kecerdasan Emosional Siswa.
B.   IDENTIFIKASI MASALAH
Dari pemaparan latar belakang di atas, dapat digambarkan ada beberapa masalah yang dapat diidentifikasi, yaitu sebagai berikut :
1.      Guru kurang variatif dalam penggunaan model-model pembelajaran, masih menggunakan model pembelajaran konvensional Teacher Oriented.
2.      Kurangnya penguasaan konsep peserta didik dalam memahami materi fisika disebabkan penggunaan hafalanan untuk menguasai rumus-rumus yang berakibat pada kesulitan dalam memecahkan masalah-masalah fisika.
3.      Hasil belajar siswa masih tergolong rendah.
4.      Perkembangan emosional siswa rendah.
C.    BATASAN MASALAH
          Dari masalah yang teridentifikasi maka perlu adanya pembatasan masalah, dimaksudkan agar penelitian dapat lebih terarah dan mencapai sasaran yang diinginkan. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini di bagi dua sebagai berikut :
1.    Pembatasan Objek Penelitian
2.    Pembatasan Subyek Penelitian.
D.  BATASAN MASALAH
Untuk memperoleh hasil yang lebih terfokus, maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1.      Apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa?
2.      Apakah ada pengaruh antara siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah terhadap hasil belajar siswa?
3.      Apakah ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan tipe Numbered Head Together (NHT) dengan kecerdasan emosional siswa terhadap hasil belajar siswa ?
E.     TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1.      Adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar siswa.
2.      Adanya pengaruh antara siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah terhadap hasil belajar siswa.
3.      Adanya interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan tipe Numbered Head Together (NHT) dengan kecerdasan emosional siswa terhadap hasil belajar siswa.
F.     Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan akan memberi manfaat yang dibagi menjadi :
1.      Manfaat Teoritis
2.      Mamfaat praktis


BAB II
LANDASAN TEORI

          Anthony Robbins  (dalam Trianto, 2010:15) mendifinisikan bahwa “belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu pengetahuan yang sudah dipahami dan sesuatu (pengetahuan) yang baru”. Ernest R. Hilgard (dalam Pupuh Fathurrahman, 2009:5) dalam bukuanya Theories Of Learning memberikan difinisi belajar sebagai berikut “Learning is the process by which an activity originates or is changed through training prosedures (whether in the laboratory or in the natural environment) as distinguished from changes by factors not atribut able to training”. Dalam definisi ini dikatakan bahwa seorang yang belajar kelakuannya akan berubah dari pada sebelum itu. Jadi, belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual, akan tetapi mengenai seluruh pribadi anak. Perubahan kelakuan karena mabuk bukanlah hasil belajar.
          Dari difinisi belajar di atas, menunjukkan belajar itu harus dapat membangun suatu pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik melalui pengalaman yang terstruktur dalam suatu proses pembelajaran. Hal tersebut akan lebih memberikan pemahaman dalam diri siswa dan tidak hanya sebatas pemindahan pengetahuan dari seorang guru kesiswanya. Hal tersebut terjadi karena siswa diarahkan untuk membangun sendiri pengetahuan mereka dalam pikiran dan emosionalnya.
Pembelajaran Fisika merupakan salah satu dari cabang IPA yang mempelajari tentang zat dan energi dalam segala bentuk manifestasinya. Fisika memiliki karakteristik yang tidak berbeda dengan karakteristik IPA pada umumnya, yaitu merupakan produk yang tak terpisahkan. Ini berarti bahwa dalam proses kegiatan belajar mengajar fisika agar diperoleh hasil yang optimal, siswa dalam kegiatan belajar mengajar harus dilibatkan secara fisik dan mental pada masalah-masalah prediksi, observasi, merencanakan eskperimen sampai pada melakukan eksperimen agar dapat meningkatkan hasil belajarnya.
 Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika diperlukan metode pembelajaran yang cocok. Pendekatan apapun yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran fisika, sudah semestinya menempatkan siswa sebagai pusat perhatian. Maka ada banyak teori yang baik untuk mengatasi pembelajaran fisika menurut para ahli salah satunya adalah pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning ).
Menurut Amri dan Ahmadi (2010:90) bahwa “sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja / belajar kelompok yang terstruktur, dimana yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keterampilan interpersonal dan keahlian bekerja sama”.
Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa dalam memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan isi akademik. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) menurut Trianto (2010:82) adalah “melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dengan mengecek pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut. Sebagai pengganti pertanyaan langsung kepada seluruh kelas, guru menggunakan empat langkah sebagai berikut: (a) Penomoran; (b) Pengajuan pertanyaan; (c) Berpikir bersama; (d) Pemberian jawaban”.
Strategi Think Pair Share (TPS) ini berkembang dari penelitian belajar kooperatif  dan waktu tunggu. Pertama kali dikembangkan oleh Frang Lyman dan koleganya di Universitas Maryland sesuai yang dikutip Arends (dalam Trianto, 2010:81), menyatakan bahwa Think Pair Share (TPS) merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pada diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, prosedur yang digunakan dalam Think Pair Share (TPS) dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Guru memperkirakan hanya melengkapi penyajian tingkat atau siswa membaca tugas, atau situasi yang menjadi tanda tanya. Sekarang guru menginginkan siswa mempertimbangkan lebih banyak apa yang telah dijelaskan dan dialami.
Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Menurut Bloom (dalam Rasyid dan Mansyur, 2010:50) , menyatakan “hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comperehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), applicationt (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), syntesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru) dan Evaluation (menilai)”.

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Waktu dan Tempat Penelitian
1.      Waktu Penelitian
2.      Tempat Penelitian
B.     Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, jenis yang akan peneliti gunakan adalah metode eksperimen.
C.    Populasi dan Sampel
1.      Populasi
2.      Sampel
D.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data ini peneliti coba akan lakukan dengan cara
1.      Identifikasi Variabel
2.      Operasional Variabel
3.      Instrumen penelitian
E.     Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan untuk mengetahui kebenaran hipotesis yang diajukan.
  

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam pembahasan nantinya akan dipaparkan beberapa hal terkait dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan, diantaranya yaitu Deskripsi data, uji Persyaratan analisis, uji hipotesis dan pembahasan hasil penelitian terkait pengaruh model Pembelajaran koopratif tipe NHT dan TPS terhadap hasil belajar siswa yang kemudian ditinjau dari kecerdasan emosional siswa.

BAB V
PENUTUP
a.       Kesimpulan
b.      Saran


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

  

OUTLINE
PROPOSAL PENELITIAN



Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif
 Tipe Numbered Head Together (NHT) dan Thinking Pair Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa Ditinjau Dari Kecerdasan Emosional Siswa”














Oleh
ABDURROSYID
NPM. 09230002







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM ( MIPA )
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) HAMZANWADI SELONG
2013